Indonesia Pimpin Sidang ke-77 Harmonized System Committee WCO di Brussels
Di publish pada 26-08-2026 14:29:19
Brussels, Belgia — Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukkan peran aktif dan strategis dalam forum kepabeanan internasional. Indonesia mendapat kehormatan untuk memimpin The 77th Session of the Harmonized System Committee (HSC) yang diselenggarakan pada 9–20 Maret 2026 di Kantor Pusat World Customs Organization (WCO), Brussels, Belgia.
Harmonized System Committee (HSC) merupakan forum strategis di bawah WCO yang berperan dalam menetapkan dan mengembangkan klasifikasi barang internasional melalui Harmonized Commodity Description and Coding System (HS). Sistem HS menjadi salah satu landasan penting dalam penetapan tarif kepabeanan, penyusunan kebijakan perdagangan, serta pengembangan statistik perdagangan internasional.
Pada sidang HSC ke-77, Indonesia dipercaya memimpin jalannya pertemuan melalui Taufik Ismail, Kepala Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) Kelas I Jakarta, yang bertindak sebagai Chairperson. Kepemimpinan tersebut menjadi bentuk kepercayaan masyarakat kepabeanan internasional terhadap kompetensi dan kapasitas Indonesia dalam mengawal pembahasan teknis di bidang klasifikasi barang.
Sidang turut dihadiri oleh Tim Delegasi Indonesia dari DJBC, bersama 65 negara anggota WCO yang merupakan Contracting Parties Konvensi HS, serta berbagai organisasi internasional yang berpartisipasi sebagai observer.
Berbagai isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain amandemen Harmonized System menuju HS edisi 2028, penyusunan Correlation Tables HS 2022–2028, penyelesaian sengketa klasifikasi barang antarnegara, serta pembaruan Explanatory Notes dan Compendium of Classification Opinions.
HSC ke-77 juga mencatat capaian yang signifikan dengan tingkat penyelesaian agenda yang disebut sebagai tertinggi dalam sejarah forum. Sejumlah rekomendasi penting berhasil diadopsi untuk mendukung implementasi HS 2028 sekaligus meningkatkan kualitas dan konsistensi statistik perdagangan internasional.
Kepemimpinan Indonesia dalam forum tersebut mendapat apresiasi dari Sekretariat WCO dan negara-negara anggota. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas dan kredibilitas Indonesia dalam mengawal isu-isu teknis kepabeanan di tingkat global.
Partisipasi dan kepemimpinan Indonesia dalam HSC ke-77 sekaligus menegaskan komitmen DJBC untuk terus berkontribusi dalam harmonisasi klasifikasi barang, memperkuat kerja sama kepabeanan internasional, serta mengambil bagian dalam pengembangan sistem perdagangan dunia yang lebih harmonis, konsisten, dan berkelanjutan.
Kepercayaan kepada Indonesia untuk memimpin forum strategis WCO ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan kepabeanan internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dan kontribusi insan Bea dan Cukai Indonesia mampu bersaing dan dipercaya di tingkat global.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses